PENJARINGAN TANPA KERUMITAN PENYARINGAN
Oleh : MA’MUN, S.E., S.Pd., S.Pd.I
DALAM Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Purworejo mampu menjaring hampir 500 pendaftar. Dari jumlah sebanyak itu yang berhasil diterima 320 calon peserta didik yang setara dengan sepuluh rombongan belajar. Mereka diterima di madrasah ini dengan mekanisme penyaringan yang relatif longggar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena memang tuntutan situasi dan aturan yang berlaku secara nasional untuk semua lembaga pendidikan di Indonesia mengharuskan demikian.
Pada masa-masa sebelumnya untuk dapat lolos seleksi PPDB digunakan beberapa tolok ukur. Tolok ukur yang dipakai oleh MTs N 1 Purworejo adalah seleksi administratif, hasil ujian nasional, test kemampuan yang meliputi mata pelajaran yang diujikan secara nasional, keagamaan dan baca tulis Arab serta wawancara. Semua itu dilakukan agar potensi akademik dan non akademik calon peserta didik dapat diidentifikasi lebih dini dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat dideteksi dan diantisipasi. Dengan cara seperti itu kita terhindar dari apa yang dalam peribahasa dikatakan sebagai membeli kucing dalam karung.
Terlepas dari proses seleksi yang berbeda, banyaknya pendaftar menunjukkan tinggi dan besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di madrasah ini. Sekaligus, itu merupakan indikator kepercayaan mereka terhadap lembaga ini. Kita harus mensyukuri pencapaian itu dengan pengertian syukur yang sebenarnya. Terima kasih patut pula disampaikan kepada semua pihak yang telah bersusah payah, bekerja keras mensukseskan pelaksanaan PPDB. Panitia telah mencurahkan hampir seluruh energi yang dimiliki, elemen-elemen madrasah baik secara formal maupun non formal telah membantu menyebarkan informasi kepada dan terus membangun komunikasi dengan masyarakat luas.
Tugas mulia menunggu seluruh pemangku kepentingan madrasah yang memerlukan tercurahnya seluruh perhatian, pikiran dan pengabdian. Masyarakat pengguna layanan menggantungkan harapan besar kepada madrasah. Sementara itu pengelola menanggung beban untuk mewujudkan harapan masyarakat yang tidak ringan. Langkah-langkah sistematis, strategis dan sinergis segera harus diambil dan ditindaklanjuti dengan penuh komitmen dan konsisten. Semuanya mesti mengambil peran lebih dari sekedar menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Mengelola sebanyak 320 peserta didik baru tentu tidak sama dengan mengelola meja kursi dengan jumlah yang sama. Individu manusia tidak pernah identik satu dengan yang lain baik secara fisik maupun psikologis. Masing-masing pribadi adalah unik dan itu adalah bukti kebesaran Allah yang memiliki sifat mukhalafatu lil hawaditsi, yang membedakanNya dengan segala sesuatu yang diciptakannya. Oleh sebab itu maka dalam memperlakukan mereka harus mempertimbangkan perbedaan-perbedaan karakteristik individual mereka. Untuk itu idealnya memerlukan informasi-informasi awal yang biasa diperoleh dari kegiatan PPDB.
Informasi awal sebagaimana tersebut tidak sepenuhnya atau minim sekali kita peroleh melalui mekanisme PPDB pada tahun ini. Latar belakang sosial ekonomi hanya dapat diketahui dari kartu keluarga dan sejenisnya yang diserahkan oleh calon peserta didik saat pendaftaran. Bobot nilai yang tertera dalam surat keterangan kelulusan dan rapor pun dapat dikritisi. Tanpa ujian nasional sebagai standar, nilai delapan- sebagai misal, di suatu sekolah belum tentu sama bobot instrinsiknya dibandingkan dengan sekolah lain. Gambaran kasar tentang peserta didik berkaitan dengan karakter dan perilaku, kemampuan keagamaan dan membaca, menulis huruf Arab/Al Qur’an sama sekali tidak dapat diketahui dengan pasti melalui proses seleksi. Itu adalah bentuk kemudahan yang di kemudian hari dapat menimbulkan kesulitan.
Dari uraian di atas, tergambar bagaimana bentuk pekerjaan pertama yang harus dilakukan oleh semua pihak pengelola madrasah untuk melayani kepentingan sejumlah besar calon peserta didik yang baru. Kita layak bersyukur dan juga merasa bangga bahwa kita dipercaya. Untuk itu, mari kita kerahkan segala bentuk usaha dan daya. Kepercayaan yang kita terima harus dirawat dan dijaga.
Purworejo, 30 Juni 2020.